Detail Cantuman Kembali
studi perbandingan efisiensi sistem central, semi central, dan sistem split pada air conditioning kapal perintis 750 DWT
Kapal perintis 750 DWT berperan penting dalam mendukung konektivitas antar pulau di Indonesia, terutama di daerah terpencil dengan keterbatasan infrastruktur transportasi. Untuk menjaga kenyamanan penumpang dan awak selama pelayaran, diperlukan sistem pendingin udara (AC) yang efisien dan sesuai dengan tata ruang kapal. Pemilihan sistem AC yang tepat berdampak pada kenyamanan termal, efisiensi energi, dan biaya operasional. Penelitian ini membandingkan tiga jenis sistem pendingin yang umum digunakan pada kapal, yaitu sistem Split, Central, dan Semi-Central. Analisis dilakukan melalui studi literatur, pengumpulan data teknis, serta evaluasi konsumsi daya dan kapasitas pendinginan berdasarkan nilai Coefficient of Performance (COP), yakni rasio antara kapasitas pendinginan dan daya listrik. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa sistem Split memiliki COP sebesar 6,22, Central sebesar 2,97, dan Semi-Central sebesar 4,04. Sistem Split unggul secara teoritis, namun kurang efisien untuk ruang besar. Sistem Central cocok untuk ruang luas, tetapi tidak fleksibel untuk ruang kecil. Sistem Semi-Central memberikan kombinasi efisiensi energi, fleksibilitas distribusi suhu, dan kesesuaian tata ruang. Dalam simulasi pelayaran 4 hari, sistem ini menunjukkan potensi penghematan biaya operasional hingga lebih dari Rp 46 juta per bulan. Dengan mempertimbangkan efisiensi daya, nilai COP, dan fleksibilitas pengoperasian, sistem Semi-Central direkomendasikan sebagai solusi paling optimal untuk kapal perintis 750 DWT.
622.25.24 Eka s
NONE
Text
Indonesia
Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah
2025
Surabaya
xii, 97 p. : ill. ; 29 cm.
Skripsi
LOADING LIST...
LOADING LIST...







